Perbandingan Prestasi Belajar Antara Siswa Yang Diberi Tugas Latihan Soal Secara Kelompok Dengan Individual Pada Soal Uraian Dalam Pembelajaran Matematika (Studi Eksperimen di Kelas VIII Mts ANNUR Kota Cirebon).
Dini Indriani
Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Jalan Perjuangan By Pass Cirebon 451432 Indonesia
Telepon: +62231 481264
Mata pelajaran matematika sampai saat ini masih dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan bagi sebagian siswa. Oleh karena itu masih banyak siswa yang prestasi belajarnya dibawah standar terutama pada pelajaran matematika. Salah satu faktor utamanya adalah kurang tepatnya guru dalam memberikan tugas latihan soal. Oleh karena itu dalam proses menyelesaikan sebuah latihan soal diperlukan teknik atau cara tertentu. Adapun teknik yang digunakan guru dalam menyelesaikan latihan soal tersebut yaitu salah satunya dengan cara pemberian tugas latihan soal secara kelompok dan individual. Dengan demikian teknik manakah yang lebih baik digunakan dalam proses pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika di MTS ANNUR Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan empirik dan pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII. Jumlah kelas VIII ada dua kelas yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang diberi tugas latihan soal secara kelompok dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol yang diberi tugas latihan soal secara individual. Rumus yang digunakan dalam menganalisis data menggunakan rumus perbandingan statistik uji t (kesamaan dua rata-rata). Berdasarkan pengujian hipotesis dengan uji t taraf signifikan 1% dengan uji dua pihak dengan derajat kebebasan (dk) = (Nx + Ny – 2 ) = 62 didapat thitung = 6,93 dan ttabel = 2,38. Disini diperoleh thitung > ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, hal ini berarti adanya perbedaan prestasi belajar siswa antara siswa yang diberi tugas latihan soal secara kelompok dengan individu pada soal uraian. Dalam hal prestasi belajar matematika siswa dengan uji kesamaan dua rata-rata untuk kelompok pre test adalah 2,96 dan untuk kelompok post test 3,98.
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap manusia, pendidikan mempunyai peran yang strategis dalam meningkatkan kualitas belajar siswa agar dapat mewujudkan cita-cita dan mampu mencerdaskan kehidupan bangsa. Di dalam dunia pendidikan peran seorang guru dalam proses belajar sangat berpengaruh sekali sebagai seorang yang dapat mengendalikan situasi kelas agar dapat memperlancar dalam proses belajar mengajar, karena seorang guru yang akan membantu tercapainya suatu kondisi yang kondusif saat berlangsungnya suatu proses belajar mengajar, dengan adanya pengaruh tersebut yang mampu membangun dan memotivasi siswa agar dapat menhasilkan prestasi yang memuaskan. Untuk mencapai pendidikan tesebut, perlu diadakan suatu peninjauan terhadap sistem yang ada di sekolah terutama menyangkut proses belajar mengajar. Berkaitan dengan hal itu Ruseffendi (1991:240) menuliskan bahwa dalam pelajaran matematika siswa dituntut untuk belajar dengan serius dan berkonsentrasi lebih, dibandingkan dengan pelajaran yang lainnya, dalam hal ini terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika yaitu pendekatan induktif dan deduktif.
Didalam teknik pelaksanaan tugas ini dibagi menjadi dua yaitu dengan pemberian tugas latihan soal secara kelompok dengan pemberian tugas latihan soal secara individual. Pemberian tugas secara kelompok diberikan agar siswa dapat berdiskusi dan saling membantu sehingga prestasi belajarnya di harapkan akan lebih baik dari pada hasil beajar siswa yang diberi tugas individu. Berdasarkan studi pendahuluan di Mts ANNUR Kota Cirebon, hasil wawancara antara penulis dengan guru mata pelajaran matematika kelas VIII Mts ANNUR Kota Cirebon, diperoleh bahwa guru dalam memberikan latihan soal sering dengan metode individu. Bahwa pemberian tugas latihan soal itu membuat siswa bersifat egois yang berarti tidak menunjang pembentukan dalam sebuah kerja sama, akibatnya rata-rata prestasi belajar matematika siswa masih rendah. Dari alasan tersebut penulis tertarik untuk meneliti tentang perbandingan prestasi belajar antara siswa yang diberi tugas latihan soal secara kelompok dengan individual pada soal uraian dalam pembelajaran matematika. Adapun pertanyaan penelitian sebagai berikut :
a) Bagaimana prestasi belajar siswa yang diberi tugas latihan soal secara kelompok pada soal uraian?
b) Bagaimana prestasi belajar siswa yang diberi tugas latihan soal secara individual pada soal uraoan?
c) Bagaimana perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar setelah dan sebelum diberikan perlakuan berupa tugas latihan secara kelompok?
MATERI DAN METODE
Sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi Mts ANNUR Kota Cirebon kelas VIII tahun ajaran 2010-2011 dengan jumlah siswa kelas VIII Sebanyak 64 orang. Peneliti mengambil kelas VIII sebagai populasi karena materi yang berkaitan dengan skripsi berada pada kelas VIII. Pengambilan sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 orang yang diambil dari populasi sebanyak 64 siswa yang terdiri dari 2 kelas, peneliti mengambil kelas A sebagai kelas eksperimen dan kelas B kelas Kontrol.
Teknik Eksperimen. Desain penelitian menggunakan desain Control group pre test-post test dengan pola sebagai berikut (Arikunto, 2006:79) :
E = O1 X
O2
K = O1 X
O2
Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII B kelas kontrol sebanyak 64 siswa. Pembelajaran kelas eksperimen diberi perlakuan yaitu diberi tugas secara kelompok dan kelas kontrol diberi perlakuan yaitu diberi tugas secara individu. Sebelum diberi perlakuan, kelas eksperimen dan kelas kontrol diberi tes terlebih dahulu yaitu pre test (tes awal) untuk mengetahui pengetahuan awal siswa mengenai materi yang diajarkan. Kemudian setelah diberi perlakuan, kelas eksperimen dan kelas kontrol diberi test akhir yaitu post test untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Adapun analisis data sebagai berikut : validitas menggunakan rumus korelasi product moment, reliabilitas, daya pembeda, indeks kesukaran, menguji normalitas menggunakan dengan chi-kuadrat, menguji homogenitas dua variabel, Uji t (kesamaan dua rata-rata).
HASIL
Deskripsi Hasil Penelitian
1. Deskripsi hasil pre tes prestasi belajar siswa kelompok eksperimen dan kontrol. Pre test kelompok eksperimen Diketahui nilai tertinggi 7,0; nilai terendah 3,0; rata-rata 4,86; median 5,5; modus 5,0; rentang 4,0; simpangan bakunya 1,14 variansnya 1,06. Dengan nilai tertinggi 7,0 dan nilai terendah 3,0 menunjukkan bahwa rentang cukup besar. Pre test kelompok kontrol Diketahui nilai tertinggi 6,8; nilai terendah 3,0; rata-rata 5,14; median 5,0; modus 58; rentang 3,8; simpangan bakunya 0,97 variansnya 0,98. Dengan nilai tertinggi 6,8 dan nilai terendah 3,0 menunjukkan bahwa rentang cukup besar.
2. Deskripsi hasil post test belajar siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Post test kelompok eksperimen Diketahui nilai tertinggi 7,5; nilai terendah 5,0; rata-rata 7,13; median 7,0; modus 7,5; rentang 2,5; simpangan bakunya 1,78 variansnya 1,33. Dengan nilai tertinggi 7,5 dan nilai terendah 5,0 menunjukkan bahwa rentang cukup besar. Post test kelompok kontrol Diketahui nilai tertinggi 7,0; nilai terendah 4,5; rata-rata 6,62; median 6,0; modus 7,0; rentang 2,5; simpangan bakunya 1,09 variansnya 1,04. Dengan nilai tertinggi 7,0 dan nilai terendah 4,5 menunjukkan bahwa rentang cukup besar.
Analisis Data Pre test dan Post test kelompok eksperimen dan kontrol
Uji Normalitas. Untuk mengetahui kenormalan distribusi pada kelompok eksperimen dan kelompok control dengan menggunakan rumus chi-kuadrat dengan criteria pengujiannya adalah jika
maka data berdistribusi normal. Hasil data pre test dan post test untuk kelompok eksperimen dan kelompok control dengan
dapat dilihat pada table berikut ini :
Data Uji Normalitas Pre test dan Post test
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
| Jenis Test | Kelompok Eksperimen | Kelompok Kontrol | ||
| Harga x2hitung | Harga x2tabel | Harga x2hitung | Harga x2tabel | |
| Pre Test | 9,25 | 11,3 | 7,12 | 11,3 |
| Post Test | 10,7 | 11,3 | 4,76 | 11,3 |
Tabel di atas menunjukkan bahwa pada taraf signifikan 0.01 dan dk = 5 diperoleh
untuk masing-masing kelompok sampel. Dengan demikian hasil pre-test dan post test pada kedua kelompok berdistribusi normal.
Uji homogenitas. Pengujian homogenitas pada pre-test dan post test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengana menggunakan rumus F, dengan criteria pengujian
maka data homogen.
diperoleh dari α = 0,01 dan dk pembilang 31 dan dk penyebut 31. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh
dan
seperti tercantum pada tabel dibawah ini:
Data Uji Homogenitas Pre test dan Post Test
Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
| Jenis tes | Kelompok Eksperimen | Kelompok Kontrol | ||||
| Varians | Fhitung | Ftabel | Varians | Fhitung | Ftabel | |
| Pre test | 1,14 | 1,17 | 2,31 | 0,97 | 1,17 | 2,37 |
| Post test | 1,78 | 1,63 | 2,37 | 1,09 | 1,63 | 2,37 |
Tabel di atas menunjukkan bahwa
, sehingga dapat disimpulkan bahwa antara kedua kelompok homogen.
Kesamaan dua rata-rata. Kesamaan dua rata-rata pada pre-test dan post test kelompok eksperimen dan kelompok control dengan menggunakan rumus t, dengan kriteria pengujian
maka ada perbedaan yang signifikan. Dengan α untuk uji dua pihak 0,01 dan dk pembilang 31 dan dk penyebut 31. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh
seperti tercantum pada tabel dibawah ini:
Harga-harga Uji Kesamaan dua rata-rata Kedua Kelompok
| Kelompok Pre Test | Kelompok Post Test | ||
| Harga thitung | Harga ttabel | Harga thitung | Harga ttabel |
| 2,96 | 2,71 | 3,98 | 2,71 |
Tabel di atas menunjukkan bahwa
, sehingga dapat disimpulkan bahwa antara kedua kelompok terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok pre test dan kelompok kontrol.
Uji t. pengujian hipotesis dilakukan uji t tujuan untuk menguji hipotesis yang diajukan dengan pasangan hipotesis nol dan tandingannya yang diuji adalah :
= Terdapat Perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi tugas latihan soal secara kelompok dengan individual pada soal uraian dalam pembelajaran matematika di kelas VIII MTS ANNUR Kota Cirebon”.
= Tidak terdapat Perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi tugas latihan soal secara kelompok dengan individual pada soal uraian dalam pembelajaran matematika di kelas VIII MTS ANNUR Kota Cirebon”. Criteria pengujiannya adalah terima Ha jika
dan untuk harga lain tolak Ho. Dengan daftar distribusi t dengan taraf α = 0,01 dan db = n1 + n2 – 2 = 32 + 32 – 2 = 62, maka
2,38. Hasil analisis uji t disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini :
Hasil Analisis Uji t
| N | | |
| 32 | 6,93 | 2,38 |
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa
, sehingga berdasarkan criteria Ho d tolak dan menerima hipotesis alternative (Ha) artinya adanya perbedaan pada prestasi belajar siswa yang diberi tugas latihan soal secara kelompok dengan individual pada soal uraian.
PEMBAHASAN
Penelitian di lakukan pada dua kelas yaitu kelas VIII A dan VIII B. kelas VIII A sebagai kelas eksperimen (metode kelompok) dan kelas VIII B di jadikan sebagai kelas kontrol (metode individu). Dari hasil perhitungan analisis data untuk kelompok eksperimen diperoleh thitung = 2,96 dan ttabel = 2,71 atau 2,96 > 2,71. Hasil ini menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan untuk pre test dan post test pada kelompok eksperimen. Demikian pula untuk kelompok kontrol, berdasarkan hasil perhitungan analisis data diperoleh thitung = 3,98 dan ttabel = 2,71 atau 3,98 > 2,71. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan untuk pre test dan post test pada kelompok kontrol.
Dari hasil perhitungan analisis data dua kelompok selanjutnya di lakukan uji hipotesis kepada kedua kelompok untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan, berdasarkan perhitungan uji hipotesis pada kedua kelompok di peroleh thitung 6,93 dan ttabel 2,38, sehingga thitung > ttabel atau 6,93 > 2,38. Hasil ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diberi tugas latihan soal secara kelompok dengan siswa yang diberi tugas latihan secara individu. Hal ini mengisyaratkan bahwa antara siswa yang diberi latihan soal secara kelompok memberikan masukan yang cukup besar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan diberi latihan soal secara kelompok, setiap siswa bisa saling berkerja sama dalam menyelasaikan soal latihan sehingga siswa yang kurang pandai dalam menyelesaikan soal latihan tersebut dapat dibimbing oleh siswa yang pandai. Dengan demikian, prestasi belajar siswa akan meningkat.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah diuraikan pada bab IV, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Prestasi belajar siswa yang dicapai oleh siswa dalam bidang studi matematika dikelas VIII memperoleh hasil pre test memperoleh rata-rata sebesar 2,96.
2. Prestasi belajar siswa yang dicapai oleh siswa dalam bidang studi matematika dikelas VIII memperoleh hasil post test memperoleh rata-rata sebesar 3,98.
3. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa antara siswa yang diberi tugas latihan soal kelompok dengan individu, dalam hal ini Ho diterima, karena diper53oleh thitung > ttabel yaitu 6,93 > 2,38.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohammad. 2002. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung:Sinar Baru Algensindo
Arikunto, Suharsimi. 2002. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara
Depdikbud, 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka
Erman suherman dan Yaya Sukjaya. 1990. Petunjuk Praktis Untuk Melaksanakan Evaluasi Pendidikan. Bandung:Wijaya Kusumah.
Hamalik,Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta:Bumi Aksara.
Hamalik, Oemar. 1989. Teknik Pengukuran dan Evaluasi Pendidikan. Bandung:Mandar Maju.
Hasibuan dan Moedjono. 2000. Proses Belajar Mengajar. Bandung:Rosda Karya
Karno To. 1996. Mengenal Analisis Tes : Penganatar Program Komputer Anates. Bandung:Fakultas UKIP.
Poerwadarminta. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai pustaka.
Riduwan. 2003. Dasar-dasar Statistika. Bandung:Alfa Beta.
Riyanto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya:SIC.
Ruseffendi. 1991. Pedoman Kepada Membantu Guru Pengajaran Matematika Untuk Meningkatkan CBSA. Bandung:Tarsito.
Sardiman. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:Raja Grafindo Persada.
Sudijono, Anas. 1996. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:Raja Grafiindo.
Sudjana,Nana.1996. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
___________.1995. Penilaian Hasil Proses Belajar mengajar. Bandung:PT Remaja Rosda karya
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta : Bandung.
Surakhmad, winanto. 2003. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung : Farsito.
Surapranata, Sumarna. 2004. Panduan Tes Tertulis. Bandung:Rosda Karya.
Tarmudji, tarsis. 1996. Metode dan Media Penyajian Materi. Yogyakarta:Liberty.
Usman, Uzer. 2004. Menjadi Guru Profesional. Bandung :Rosda karya.